Rabu, 01 Agustus 2012

Ternyata Bulan Sabit Bukan Simbol Islam

Membaca artikel mengenai simbol bulan sabit pada masjid yang di klaim mirip dengan simbol bulan sabit yang sering digunakan untuk menggambarkan sosok Siwa (Shiva: eng.) membuat saya teringat akan informasi yang saya peroleh mengenai sejarah simbol dari bulan sabit sendiri.
Simbol Bulan Sabit di Dahi Siwa

Jika ditilik dari sisi historis, maka akan terlihat jelas bahwa simbol bulan sabit itu sebenarnya adalah untuk melambangkan dua corong waktu. Dan bukan tidak mungkin justru siwa - shiva itu sendiri sesungguhnya dalah “seorang” yang taat beribadah kepada Allah!

Dari mana Islam mengenai simbol bulan sabit? Secara umum, maka orang-orang akan merujuk pada bendera negara Turki yang mana merujuk juga pada simbol panji-panji yang digunakan oleh tentara Dinasti Ottoman dimasanya. Tapi benarkah demikian?

Islam melarang penggunaan simbol-simbol agama. Jadi secara logis jelas bahwa tidak ada simbol dalam Islam. Lalu apakah itu yang sering digunakan sebagai hiasan di masjid-masjid?

Simbol di atas Menara di Kota Makkah

Dalam sejarahnya, Nabi Muhammad diketahui meninggalkan sebuah emblem pada masjid yang pertama kali dibangun, Masjid Nabawi. Emblem tersebut masih ada sampai sekarang jika kita berkunjung ke Masjid Nabawi.

Emblem tersebut seperti bulan yang berpaling ke atas, tetapi dia bukan bulan. Ia seperti tubuh dari sebuah lyre. Ia mirip dengan huruf Y. Huruf Y yang mengitari menara. Ujung-ujung yang menikung lancip ke luar. Ia ada di semua masjid-masjid besar kita. Ia terlihat lebih ke menyempit daripada Phi. Ia seperti kuncup tulip, tetapi dipersilangkan.


Emblem di Kubah Masjid Nabawi Madinah
Emblem di Kubah Masjid Nabawi Madinah
Lalu lambang apakah itu?
Dzulqarnain. Itulah yang tepat bagi simbol, lambang, emblem tersebut.
Dzulqarnain, Dzu - Al Qarn - Ain, Pemilik Dua Tanduk/Corong Waktu. Simbol itu untuk melambangkan dua tanduk/corong waktu.  Nabi Muhammad menggunakannya sebagai pengingat terhadap sang Pemilik Dua Waktu/Tanduk, Dzukqarnain, menggunakan kedua tangannya untuk membuat emblem/simbol tersebut. Untuk apakah tujuannya? Itu masih menjadi misteri dan menjadi rahasia Allah, setidaknya sampai sekarang.

Di Madinah, Muhammad merubah simbol salib dengan memilin ujung kiri dan kanan ke atas seperti ladam kaki kuda. Dia membengkokkan bagian tengah ke bawah. Dia membuat ini dengan pandai besi kapal dalam bentuk dingin sebagai balkon mengitari menara masjid.
Ia memutar muaranya ke atas. Karena gagang dari pedang yang mengingatkan salib orang-orang kristen, dia membuat pedang nya dalam bentuk qarnayn (garpu) dan memberikan pedang tersebut sebagai hadiah kepada Ali. ‘Dzül-fi kar(n).’

Tradisi ini menjadi begitu menetap sehingga bahkan di bendera dari Saudi ada pedang. Dan ada pedang di bendera Saudi. Pedang adalah lambang yang sangat lama. Namanya yang tepat adalah DZÜL-Fİ-KÂR.

Anda menusukkan pedang ke bumi dan gagang nya tetap di atas. Pedang tersebut hilang. Hal ini seperti simbol perdamaian, bukan simbol peperangan. Bagaimanapun… fi Kar berarti di dalam tanduk (horn). Dzul berarti pemilik

Lalu apa maksud dan hubungannya simbol bulan sabit dengan Dzulqarnain?
Dzulqarnain adalah sosok seorang yang mulia disisi Allah. Beliau-lah yang mengajarkan kepada Nabi Musa mengenai rahasia-rahasia Allah. Dan bahkan beliau-lah (Dzulqarnain) satu-satunya orang dimuka bumi ini yang diberikan kunci oleh Allah untuk menembus ruang dan waktu. Itu sebabnya beliau di juluki Dzulqarnain, Pemilik Dua Waktu. Qarn = Corn = Waktu.

Simbol Bulan Sabit pada Menara Kota Makka
Simbol Bulan Sabit pada Menara Kota Makkah
Simbol ini kembali digunakan oleh Kerajaan Arab Saudi ketika membangun sebuah menara waktu sebagai titik 0. Tidak mengherankan jika simbol bulan sabit / dua tanduk digunakan untuk melambangkan waktu.

Lalu apa korelasinya dengan Siwa yang menggunakan lambang bulan sabit/dua tanduk?
Bukan tidak mungkin shiwa itu adalah dzulqarnain, seorang hamba Allah yang mulia. Yang karena kejahilan manusia dalam memuliakan manusia lainnya, berubah menjadi bentuk pemujuaan kepada manusia lainnya.
Allahu’alam.

Dari berbagai sumber

Share this :

0 komentar: