Rabu, 01 Agustus 2012

Jin itu Bisa Menyerupai Apa saja

Tahukah kita jika jin itu bisa menyerupai manusia?

Abu Nuaim meriwayatkan dari Al-Ahnaf bin Qais dari Ali bin Abi Thalib. Ali berkata,
والله ، لقد قاتل عمار بن ياسر الجن والإنس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلنا
“Demi Allah, sesungguhnya Ammar bin Yasir pernah memerangi jin dan manusia di zaman Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
Al-Ahnaf bin Qais berkata, “Kami berkata:
: هذا الإنس قد قاتل ، فكيف الجن ؟! فقال :

“Ia memang pernah memerangi manusia, tapi kalau jin? ”

Ali berkata:

كنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر فقال لعمار : انطلق فاستق لنا من الماء فانطلق ، فعرض له شيطان في صورة عبد أسود ، فحال بينه وبين الماء فأخذه فصرعه عمار ، فقال له : دعني وأخلي بينك وبين الماء ففعل ثم أبى ، فأخذه عمار الثانية فصرعه، فقال له : دعني وأخلي بينك وبين الماء فتركه ، فأبى ، فصرعه ، فقال له مثل ذلك فتركه فوفى له ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الشيطان قد حال بين عمار وبين الماء ، في صورة عبد أسود ، وإن الله أظفر عمارا به 0 قال علي : فلقينا عمارا فقلت : ظفرت يداك يا أبا اليقظان ، فإن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : كذا وكذا ، قال : أما والله لو شعرت أنه الشيطان لقتلته ، ولقد هممت أن أعض بأنفه ، لولا نتن ريحه

“Kami pernah bepergian jauh bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Beliau berkata kepada Ammar, “Pergilah, ambilkan buat kita air. ”

Ammar pun pergi. Tiba-tiba setan dalam wujud orang hitam merintanginya. Setan itu menghalanginya dari mendapatkan air. Ammar pegang setan itu lalu membantingnya. Ammar berkata, “Jangan ganggu aku dan aku akan biarkan kamu memanfaatkan air sekehendakmu. ” Setan itu setuju lalu kembali ingkar. Ammar pun memegang kembali setan itu lalu membantingnya. Ammar berkata kepadanya, “Jangan ganggu aku dan akan aku biarkan kamu memanfaatkan air sekehendakmu. Setan pun membiarkannya tapi kembali ia menghalangi. Ammar pun membantingnya kembali dan ia mengulangi lagi perkataannya sebelumnya. Setan pun membiarkannya dan tak mengusiknya lagi. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya setan dalam wujud orang hitam telah menghalangi Ammar untuk mendapatkan air. Namun Allah memenangkan Ammar.

Ali berkata, “Kami pun menemui Ammar. Aku katakan, ‘Kamu telah menang wahai Abul Yaqzhan. Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah berkata begini dan begitu. “

Ammar pun berkata, “Demi Allah, seandainya saja aku tahu itu setan, pastilah aku bunuh dia. Sungguh, aku tadi ingin menggigit hidungnya seandainya saja aromanya tidak busuk. “” Ibnu Hajar mengisyaratkan adanya hadits ini di Thabaqat Ibnu Sa’d.

Begitu pula Ibnu Az-Zubair suatu hari melihat seorang lelaki yang tingginya dua jengkal berada di atas pelana kendaraannya. Ibnu Az-Zubair bertanya, “Siapa kamu? “ Orang itu menjawab, “Izb. “ Ibnu Az-Zubair bertanya lagi, “Apa itu Izb? “ orang itu menjawab, “Seorang lelaki dari kalangan jin. “ Ibnu Az-Zubair pun memukul kepalanya dengan cambuk sehingga ia lari. (Ahkamul Jaan bab 6 fii bayani tathawwur al-jin wa tasyakkulihim hal. 36)

Berkata Asy-Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi, “Munculnya sebagian jin kepada sebagian manusia dan berbicaranya mereka kepada manusia, ini juga merupakan kabar yang mutawatir (sangat banyak). Karena itu, pengingkaran terhadapnya teranggap sebagai kebodohan dan kebebalan. Atau kesombongan dan penentangan yang tidak bisa diterima oleh orang yang berakal kepada dirinya. ” (‘Aqidatulmumin hal. 211)

Dan tahukah kita, selain menjelma dalam bentuk manusia, jin pun kadang menjelma dalam bentuk hewan?

Imam Al-Qurthubi Al-Jami’ li Ahkamilquran (16/214-215) menukilkan kisah Umar bin Abdul’aziz:

أن عمر بن عبدالعزيز كان يمشي بأرض فلاة ، فإذا بحية ميتة ، فكفنها بفضلة من ردائه ، ودفنها فإذا قائل يقول : يا سرق أشهد ، لسمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول لك : ستموت بأرض فلاة ، فيكفِّنك ويدفنك رجل صالح ، فقال : ومن أنت يرحمك الله ؟ فقال : أنا من الذين استمعوا القرآن من رسول الله صلى الله عليه وسلم ولم يبق منهم إلا أنا وسرق وهذا سرق قد مات

“Suatu hari Umar bin Abdul’aziz berjalan di tengah gurun sahara. Tiba-tiba ia menemukan ular yang sudah mati. Ia pun mengafaninya dengan kelebihan kain rida yang ia miliki lalu menguburkannya. Sekonyong-konyong ada orang yang berkata, “Wahai Suraq, aku bersaksi bahwa aku benar-benar mendengar Rasulullah berkata kepadamu, ‘Engkau akan mati di gurun sahara dan kelak yang mengkafani dan menguburkanmu adalah seorang lelaki yang saleh. “ Umar bertanya, “Siapakah kamu? semoga Allah merahmatimu.” Orang itu pun berkata, “Aku termasuk rombongan yang mendengar Al-Quran dari Rasulullah. Dan tidak ada yang tersisa di antara mereka kecuali aku dan Suraq dan kini Suraq telah mati. ”
Dan masih banyak lagi berbagai bentuk penjelmaan jin.
Kalau begitu, kita bisa dan mungkin saja menemukan mereka bangsa jin dalam berbagai bentuk penjelmaan, akan tetapi dalam wujud asli mereka?

(إنه يراكم هو وقبيله من حيث لا ترونهم) [الأعراف: 27]

“Sesungguhnya ia (setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kalian dan suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka. ” (QS. Al-A’raaf: 27)

Ketika menjelaskan hadis Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang menangkap setan, Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Setan terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan (bagi manusia) untuk melihatnya. Firman Allah ta’ala, ‘Sesungguhnya, ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang (di sana) kamu tidak bisa melihat mereka,’ dikhususkan pada kondisi bentuknya (yang asli) yang Allah telah ciptakan.” (Fathul Bari, penjelasan hadis no. 2311)

konsultasisyariah.com/dapatkah-manusia-melihat-jin
Nugraha Entra

Share this :

0 komentar: