Selasa, 17 Juli 2012

Sepeda Tenaga Surya Buatan Rozikin Alumnus ITS Surabaya

Awalnya merasa kasihan melihat istrinya harus mengayuh sepeda untuk berbelanja, Rozikin akhirnya membuat terobosan inovasi di bidang teknologi. Alumnus ITS Surabaya yang berdomisili di Desa Sekarurung Kecamatan Kebomas merombak sepeda pancal kesayangan istrinya dengan menambah tenaga mesin. Bahan bakarnya sangat murah bahkan gratis karena digerakkan oleh tenaga matahari.

Biasanya kendaraan dengan tenaga matahari diterapkan pada kendaraan roda empat. Tenaga matahari juga biasa dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik atau pemanas air yang biasa ditemui di perumahan mewah. Nah di tangan Bahar Rozikin, sepeda pancal yang biasa digerakkan dengan tenaga Sego Pecel, kini bisa melaju dengan tenaga surya. Kendaraan bebas polusi bikinan Rozikin ini mampu melaju dengan kecepatan 25 km/jam. Hanya saja untuk membuat sepeda tenaga surya biaya yang dikeluarkan sedikit mahal yakni mencapai Rp 6 juta dengan waktu pengerjaan selama 6 bulan.

Bahar Rozikin sedang mengutak atik sepeda inovasinya. Motivasi dirinya menciptakan sepeda matahari, alumnus ITS Surabaya mengaku karena kasihan dengan istrinya. Selama ini istrinya harus mengayuh sepeda ke pasar yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Kemudian dia mulai berpikir bagaimana caraya sepeda pancal itu bisa digerakkan dengan mesin. Lantas dengan ilmunya dari ITS Surabaya, Rozikin mulai mengerjai sepeda kesayangan istrinya. “Sepeda istri saya ini saya ambil kerangkanya, dan kemudian saya modifikasi dengan menambahkan beberapa penompang,” kata Rozikin.

Lantas kerangka sepeda dipasang empat roda. Masing-masing satu roda di depan dan tiga di belakang. Untuk membuat sepeda angin dengan tenaga surya ini Rozikin menambahkan dua solar cell di atas sepedanya. Solar cell yang berbentuk seperti papan dengan ukuran masing-masing 45 centimeter kali 90 centimeter ini sekaligus digunakan atap sebagai pelindung pengendara dari teriknya matahari atau hujan. Dua solar cell yang dipasang di atas sepeda tersebut mampu menghasilkan energi 100 watt12 volt DC. Sistem kerja sepeda Rozikin ini sederhana, dua papan solar cell yang dipasang menerima energi dari sinar matahari. Kemudian energi tersebut di simpan dalam tiga accu. Dua diantaranya masing-masing berukuran 35 Ah (amphere hour), dan satu lagi 12 Ah. Ketiga accu masing-masing berkekuatan 12 volt DC.

“Energi yang tersimpan dalam baterai ini kemudian digunakan untuk menggerakan motor DC yang dipasang di roda tengah bagian belakang,” ujar Rozikin. Menariknya, sepeda bikinan Rozikin ini memiliki tuas yang bisa digunakan untuk mengatur kecepatan sepeda. Setelah selesai, barulah sepeda tersebut diujicoba oleh istrinya. “Ternyata istri saya senang dan menggunakan sepeda itu untuk berbelanja, terkadang juga mengantarkan anak ke sekolah," terang dia

Untuk membuat sepeda tenaga surya perdana miliknya ini, dia harus merogoh kocek sekitar Rp 6 juta. Dan juga membutuhkan waktu selama 3 bulan untuk mengerjakannya. Rozikin berencana terus mendesain agar sepeda tenaga matahari miliknya lebih efesien, dan nyaman dikendarai. "Kalau ada modal, saya mau mengembangkan lebih banyak. Barangkali ada pabrikan sepeda yang berminat," pungkas Bahar Rozikin

Berkaryalah bangsaku, demi kejayaan Bangsa.

Share this :

0 komentar: