Minggu, 29 Juli 2012

Jaya Perkosa

Dayeuh Luhur Sumedang

Dayeuh luhur adalah sebuah tempat pegunungan yang tinggi yang terletak di kecamatan Ganeas kabupaten Sumedang. Kira-kira empat puluh lima menit jika kita melakukan perjalanan dari desa Ganeas. Dayeuh yang artinya kota dan luhur artinya adalah tinggi. Karena letaknya ditempat yang tinggi maka dinamakan Dayeuh luhur.

Sejarah pernah mencatat bahwa di tempat ini pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan sumedang ketika melawan penjajahan belanda. Ditempat ini terdapat 3 lokasi petilasan, yakni Makam Prabu Geusan Ulun, Ratu Harisbaya dan Petilasana Jaya Perkosa. Petilasan ini menyisakan beberapa tandatanya mengenai hubungan Jayaperkasa, senapati Pajajaran yang menyerahkan mahkota Pajajaran kepada Geusan Ulun. Terutama pada kaitannya dengan dengan Ratu Harisbaya. Karena itu tempat ini telah di kenal oleh masyarakat sumedang sebagai tempat wisata ziarah.

Sepanjang perjalanan ke tempat ini akan terlihat pemandangan yang indah. Di sisi kana dan kiri maka akan terlihat bukit-bukit kecil nan elok. Setiap bulan muharam atau bulan maulud tepatnya tanggal 14 maulud tiba maka tempat ini akan ramai di kunjungi oleh masyarakat. Baik masyarakat dari sumedang maupun dari kota lain yang bertujuan untuk ziarah maupun hanya sekedar melihat-lihat atau rekreasi. Namun di tempat ini Banyak laranagan-larangan yang disampaikan para juru kunci kepada mereka yang berkehendak menjenguk atau berziarah petilasan Jayaperkasa, antara lain tidak boleh menggunakan batik.

Dan di atas bukit ini terdapat pula peninggalan tongkat pusaka yang dikenal oleh masyarakat sumedang sebagai tongkat pusakanya mbah Jaya perkosa yang tak lain adalah seorang patih dari kerajan sumedang. Isue tentang tongkat Jaya Perkosa dan Hanjuang Bodas yang ditanamnya (Mbah Jaya Perkosa) yang dipercaya sebagai tanda kesetiaan Jaya Perkosa kepada Pajajaran dan adanya kekecewaan terhadap Geusan Ulun.

Share this :

0 komentar: