Selasa, 17 Juli 2012

Indonesia Uji Coba Mobil Listrik Bandingkan Dengan Mobil Listrik Tenaga Surya

Kebayang nggak sih kalau bahan bakar di bumi ini habis? Sementara inovasi penemuan bio fuel sampai sekarang selalu bertabrakan dengan kebutuhan pangan manusia. Ambil contoh bio fuel yang dibuat dari tanaman jagung. Untuk beberapa masyarakat di dunia, jagung merupakan masih makanan utama. Lalu darimana kita harus menjalankan kendaraan kita?

Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan melakukan uji coba mobil listrik dari Depok ke Jakarta, Senin (16/7/2012). Mobil listrik yang diproduksi oleh PT Sarimas Ahmadi Pratama mampu menempuh jarak 150 kilometer untuk sekali pengisian baterai secara penuh dan normal. Konsep tenaga listrik dipilih untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) di masa depan. 

Rencananya, Selasa sore besok Dahlan Iskan akan mencoba lagi mobil listrik yang saat ini dinamakan Ahmadi, sesuai nama pembuat mobil listrik tersebut. Dahlan mengaku lalai saat mencoba mobil listrik tersebut tadi pagi. Ia terlalu "main-main" dengan pedal gas yang membuat boros pemakaian listriknya sehingga saat tiba di Jalan Thamrin, Jakarta, dekat Kedutaan Besar Jepang, baterai mobil listriknya habis.

"Saya tahu saat berangkat dari Depok tadi pagi listriknya memang tidak sampai separuh. Tapi saya pikir cukup untuk perjalanan 50 km dari Depok ke BPPT di Jalan Thamrin. Ternyata kurang 1 km lagi mobil  kehilangan daya. Saya tidak mengira listriknya habis karena indikatornya msh menunjukkan belum habis. Ternyata indikatornya kurang bekerja normal," kenang Dahlan.

Sebetulnya Dahlan juga curiga ketika sudah menempuh jarak 30 km, yakni ketika tiba di Pancoran. Saat itu, indikator baterai menunjukkan listrik tidak berkurang.


Kita lupa kalau matahari merupakan sumber energi yang sampai sekarang belum dimanfaatkan dengan baik oleh kita, generasi Indonesia. Kalian masih inget kan hukum energi? Kalau energi itu ga bisa dimusnahin tetapi hanya bisa dirubah ke bentuk energi satu ke energi lainnya. Nah dari sini energi kalor atau panas yang tersimpan di matahari dicoba dirubah menjadi energi listrik. Yups ga salah lagi, energi listrik nanti digunakan sebagai sumber penggerak kendaran kita nantinya.

Kalau di Jakarta, kendaraan yang memakai energi listrik masih terbilang jarang ya. Paling yang ada hanya teknologi hybird. Teknologi yang masih menggunakan pencampuran bahan bakan dengan listrik sebagai sumber tenaga penggerak.

Kendaraan yang memakai energi listrik so pasti pakai motor listrik. Nah, pasalnya motor listrik ini ga sehandal motor bakar yang umum dipakai dalam mendongkrak tenaga. Terlebih untuk di ajak kebut kebutan. Trus pada akhirnya ditinggalin deh sama pengguna kendaraan.

Nah, jauh di sana, kalian tau dong produsen mobil Audi? Produsen yang dikenal membuat mobil mobil mewah dan sering berinovasi. Baru baru ini Audi menelurkan concept car yang dinamainya dengan e-tron.
Hebatnya, e-tron ini termasuk mobil sport dengan performa tinggi. Mobil ini seratus persen menggunakan energi listrik sebagai sumber penggeraknya. Terdiri dari empat motor listrik yang masing-masing ada dua di setiap as roda depan dan belakang. Sobat GI, sayangnya mobil ini hanya mempunyai dua tempat duduk. Jadi belum cocok untuk mobil keluarga besar.  Audi menyebut mobil konsepnya ini dengan nama quattro.

Ga pake nanggung loh, tenaga yang mampu diciptakan dari motor 230 kW (313PS) dan 4.500 Nm sangat besar. Buktinya saat akselerasi mendadak dari berhenti sampai kecepatan 100 km/jam itu bisa ditempuh dengan waktu 4,8 detik! Wuusshh..! Mobil pun berlari kencang. Wah! Menyaingi mobil yang menggunakan motor bakar dengan kapasitas besar.

Apalagi pas akselerasi pertengahan, dari 60 ke120 km/jam, e-tron hanya butuh 4,1 detik! Usut punya usut ternyata ‘nyawa’ mobil ini terbuat dari lithium-ion, dengan kandungan energi 42,4kWh, dan bisa dipakai menempuh jarak 248 km. hmm, kalo jarak segitu kira kira bisa muter-muter Jakarta berapa kali ya?
Ga hanya itu Sobat GI, Audi semakin serius menggarap sumber energi yang terbarukan ini. Buktinya lagi ternyata di pabrik utama Audi, yang ada di Ingolstandt, setiap atapnya sudah dipasang fotovoltaik. Fotovoltaik ini berfungsi merubah enerti surya menjadi energi listrik yang digunakan untuk mengecash ulang batterei.

Nah, pemasangan fotovoltaik ini luasnya 7.500 meter persegi. Dan energi yang dihasilkannya? gak nanggung! Mampu menghasilkan tenaga listrik maksimum 500 kW. Dan diperkirakan lagi energi dihasilkan dari instalasi yang baru mencapai 460 MWh. Wah ini mah bisa untuk menyuplai kebutuhan listrik 180 rumah dalam setahun.

Terus, ke depannya, Audi juga ngerencanain untuk ningkatin tenaga yang dihasilkan secara tahunan dari semua pabriknya menjadi 1.500MWh. Seperti sebelumnya, Audi juga akan menggunakan energi surya pada pabrik keduanyadi Neckarsulm, Jerman. Pemasangan fotovoltaik dialakukan di atap beberapa garasi untuk parkir mobil yang menghasilkan listrik 1.00MWh dalam satu tahun.

Selain Audi, ada juga loh pabrikan dari Jepang. Yups, Toyota ga mau kalah. Walaupun belum diperluas pasarannya sampai ke Indonesia, mobil listrik dengan nama RAV4 EV ini sudah siap dipasarkan 2012 nanti di Amerika Serikat. Cuma bedanya mobil keluaran Toyota ini hanya mampu menempuh jarak 160 km dengan batterei penuh. Lumayanlah kalau buat nongkrong bilangan Jakarta. So pasti ga bakal kehabisan listrik di tengah jalan.

Yeah, mobil-mobil listrik itu kapan ya masuk ke Indonesia? Kan lumayan mengurangi BBM yang semakin sedikit. Apa lagi Indonesia adalah negara tropis, tentunya sinar matahari lebih bagus. Ayo Generasi Indonesia, jangan mau tertinggal! Kita buat inovasi teknologi baru buat bangsa Indonesia.

Sumber : Kompas dan berbagai sumber

Share this :

0 komentar: