Minggu, 22 Juli 2012

Buat Ibunda Yang Selalu Tegar

Menurut riwayat, seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW :

Qala Rasulullah SAW: Ummuka, Ummuka, Ummuka wa Abuka

Siapa orang yang seharusnya kuhormati?
Jawab Nabi : "Ibumu".
Sesudah itu siapa lagi ya, Rasul ? Jawab Nabi : "Ibumu"
Sesudah itu siapa lagi ya, Rasul ? Jawab Nabi : "Ibumu"
Sesudah itu siapa lagi ya, Rasul ? Jawab Nabi : "Bapakmu"

Penghormatan untuk Ibu tiga kali berturut-turut tersebut dapat dihubungkan dengan tiga fungsi
"ibu sebenar-sebenarnya ibu", yaitu ketika mengandung, saat melahirkan dan ketika menyusukan/memelihara bayi




Menurut peribahasa Indonesia :

Kasih Ibu sepanjang galah
Sayangnya tak mungkin dapat diukur
Tidak mengharap balas imbalan
Kasih Ibu sepanjang galah
Sayangnya tak mungkin dapat diukur
Tidak mengharap balas imbalan

Syarat menjadi orang yang takwa
Kepada Ibu Bapak harus berbakti
Seandainya beliau sudah tua
Jangan diserahkan ke dalam panti

Disebut wanita mendahulukan karir
Gaji dan materi terlalu dikejar
Itulah Ibu yang kurang pikir
Karena keluarga dapat bubar

Ibu dan Ayah berbeda fungsi
Tugas Bapak mencari nafkah
Seumpama Bapak supir taksi
Siang malam meninggalkan rumah

Sebelum memimpin orang banyak
Jadilah Ibu sebenarnya Ibu
Mengatur keluarga, mendidik anak
Fitrah manusia memang begitu

Inilah urutan dalam sistematika
Negara bersendi kepada masyarakat
Masyarakat bersendi kepada keluarga
Hancur keluarga, negara kiamat

Ibarat pabrik produsen manusia
Tugas ibu melahirkan anak
Semua bahan harus sedia
Ketika mesin mulai bergerak

Mengharapkan hasil yang optimal
Pabrik dan mesin harus bagus
Dibuat rencana memakai akal
Agar kehidupan maju terus

Dalam peradaban budaya kafir
Wanita dijadikan alat promosi
Di mana tempat selalu hadir
Dalam busana dibuat seksi

Perempuan dianggap bagian dagangan
Boleh dibeli, dapat dijual
Padahal ini merupakan larangan
Dalam agama yang kita kenal

Ibu bapak keramat dunia
Doanya makbul sumpahnya manjur
Supaya hidup senang bahagia
Kalau berucap jangan terlanjur

Mintalah doa sebelum pergi
Kepada Ibu, terhadap Bapak
Doa mereka laksana energi
Menambah kuat semangat anak

Ini ucapan sangat keliru
"Orang tua sebagai kawan"
Kawan bisa jadi seteru
Ibu Bapak haram dilawan

Tidak disebut manusia terpelajar
Bila tak punya budi akhlak
Sejak kecil anak diajar
Sujud kepada Ibu Bapak

Terima kasih bunda yang telah membesarkan hingga dewasa kini  “Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”,  Barakallah 'ala ummiy wa ummuna.

Share this :

0 komentar: