Minggu, 17 Juni 2012

Sumedang Puseur Budaya Sunda


Sumedang merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Barat, yang memiliki slogan Sumedang Tandang Nyandang Kahayang, Sumedang memiliki berbagai hal yang dapat dijual atau diperlihatkan dalam budaya, beberapa hal yang tepat ketika dikatakan sumedang sebagai puser budaya sunda yaitu:

1. Karena mahkota Binokasih yang merupakan mahkota kerajaan sunda berada di sumedang atau dalam istilah lain,sumedang merupakan pusat pemerintahan kerajaan Sunda sehingga pantas dikatakan bahwa sumedang menjadi puseur budaya Sunda.
2. Karena sumedang merupakan daerah yang masih menggunakan bahasa sunda sebagai bahasa sehari2 berbeda dengan daerah lain yang menggunakan bahasa Indonesia, yang paling terlihat yaitu dari para pelajar umumnya para pelajar sumedang berkomunikasi dengan bahasa sunda sedangkan para pelajar di daerah lain jarang sekali menggunakan bahasa sunda.
3. Karena sumedang merupakan daerah yang memiliki budaya yang beraneka ragam, seperti upacara dalam bercocok tanam yang melahirkan sebuah seni tarawangsa,dari upacara sunatan lahir kesenian dog-dog, kuda renggong dan masih banyak yang lain, serta dari segi budaya yang lainnya seperti goong renteng, tari umbul, tayuban, bangreng dan yang lain.
4. karena sumedang melahirkan tokoh-tokoh dalam budaya sunda seperti Alm. Saleh Danasasmita, Alm. Makmur Danasasmita, Prof. Saini Kosim,Alm Rd Angga Kusumadinata,dan para tokoh lainnya.selain itu juga banyaknya tokoh muda yang lahir dari sumedang seperti Lili Suparli S.Kar,M.Hum, Asep Zatnika S.Sen.M.Hum ,Dindin,dan banyak yang lain nya yang mengembangkan budaya Sunda.

tetapi ada beberapa permasalahan yang timbul ketika sumedang menjadi puser budaya sunda diantaranya :

1. kurang adanya perhatian terhadap budaya-budaya yang ada di sumedang sehingga hilangnya regenerasi akibat pemerintah kurang memperdulikan budaya yang ada
2. banyaknya tokoh-tokoh atau seniman sunda yang mengembangkan budaya sunda di tempat yang lain karena akibat dari perhatian pemerintah daerah yang kurang atau karena di anggap sepele seperti kenapa saini km memilih di bandung dari pada sumedang?kenapa Alm saleh danasasmita memilih di bogor daripada di sumedang?hal ini yang dirasakan para seniman yang lainketika melihat kota sumedang.

Sehingga kesimpulannya karena kurangnya sentuhan pemerintah kepada pada masyarakat dan seniman, seperti disbudpar bertugas untuk melestarikan budaya yang ada, bukan malah kegiatan yang harus dilakukan oleh masyarakat tertentu tetapi dilakukan oleh disbudpar sehingga kelihatan dari luar bagus banyak pertunjukan keluar tetapi masyarakatnya sendiri semakin sedikit untuk melestarikan budaya karena sedikitnya informasi. jadi mulailah dari sekarang bulatkan tekad kita untuk menjadikan sumedang puseur budaya sunda dengan gotong royong dan saling dorong antara pemerintah dan masyarakat sehingga sumedang sebagai puseur budaya sunda bisa benar-benar terwujud dengan cepat dan bisa benar-benar membuktikan kepada masyarakat sumedang dan masyarakat dunia bahwa Sumedang merupakan Puseur Budaya Sunda






Berbagai kajian historis menunjukka, bahwa sejarah Sumedang sebenarnya adalah sejarah Priangan (Pasundan) dan pada hakekatnya adalah sejarah Jawa Barat atau sejarah daerah dan bukan sejarah lokal. Jadi sangat logis dan relevan apabila saat ini Sumedang, sebagaimana dibuktikan oleh sejarah, menggulirkan pretensi sebagai puseur budaya Priangan atau Pasundan atau Jawa Barat. Sumedang Puseur Budaya Pasundan adalah sebuah keniscayaan.
Dalam konteks kekinian, pretensi Sumedang Puseur Budaya Pasundan dipahami sebagai upaya yang akan dilakukan oleh Sumedang, dengan keluhuran budaya yang dimiliki antara lain diwariskan oleh para leluhur Sumedang yang notabene merupakan pelanjut kebesaran kerajaan Pajajaran, dapat menjadi teladan dan trend setter bagi kabupaten/kota lainnya yang ada di Jawa Barat, baik dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan maupun kemasyarakatan yang mengedepankan dan berwawasan budaya. Secara geopolitik, pretensi Sumedang Puseur Budaya Pasundan juga diharapkan mampu menjadi perekat bagi persatuan Jawa Barat.
Sumedang Puseur Budaya Pasundan selanjutnya diluncurkan secara simbolis melalui kegiatan upacara Seren Taun sebagai sebuah tradisi yang sebelumnya tumbuh kembang pada masa kepemimpinan Pangeran Kornel sampai Pangeran Aria Soeria Atmadja. (redaksi)

Share this :

0 komentar: