Sabtu, 16 Juni 2012

Prasasti Batu Tulis Ciaruteun/Tapak Gajah



Menurut sejarah menerangkan Tatar Sunda dahulu sudah ada yang disebut peta. Memang sebenarnya peta sejarah dengan peta sekarang tidaklah sama, tapi daripada menerangkan yang tidak jelas, lebih baik menggunakan peta yang ada saja.
Dahulu jumlah orang masih sedikit, jadi yang disebut negara hanya dibatasi oleh laut, oleh sungai besar dengan hutan belantara yang tak pernah didatangi orang, Sekarang batas negara kita dalam sejarah pertamanya, di jaman kita Eropa Terletak di ketinggian  320 m dpl, lokasi Prasasti Batu Tulis Ciaruteun terdiri dari tiga buah prasasti, yaitu Ciaruteun, Kebon Kopi (Tapak Gajah), dan Muara Cianten, serta tinggalan megalitik antara lain batu dakon, menhir, batu datar arca megalitik.
Prasasti Ciaruteun diketahui berdasarkan laporan pimpinan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada tahun 1863. Prasasti ini ditemukan dekat Sungai Ciaruteun, kira-kira 100 meter ke arah hilir muara Cisadane. Menurut informasi, ketika terjadi banjir pada tahun 1894, prasasti tersebut bergeser sehingga tulisannya terbalik menghadap ke dasar sungai. Selanjutnya pada tahun 1903, letaknya diperbaiki. Pada tahun 1987, prasasti ini dipindahkan dari tengah Sungai Ciaruteun ke daratan (di atas sungai) ± 150 meter sebelah utara.  Karena ditemukan pada alur Sungai Ciaruteun, prasasti ini dikenal dengan nama Prasasti Ciaruteun.
Anda akan melihat bahwa prasasti berisikan tiga hal, yaitu nama kerajaan Tarumanagara, nama raja Purnawarman, dan (mungkin) dewa yang dipujanya Wisnu. Prasasti ini diperkirakan dibuat pada abad ke-5 M.

Lokasi: Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang
Koordinat : 06°31'39 9" S, 106°41'28 5"E
Arah: ± 19 km sebelah baratdaya dari Kota Bogor. Dapat menggunakan trayek Bogor-Ciampea-Simpang Lebak Sirna-Ciaruteun Hilir (lokasi). Selain itu mengunakan trayek Bogor-Ciampea (± 45 menit), dan sampai di Persimpangan Lebak Sirna dilanjutkan dengan ojek motor ± 1,5 km sampai ke lokasi.

Share this :

0 komentar: