Sabtu, 16 Juni 2012

Kampung Budaya Sindangbarang - Bogor


Kampung budaya sindangbarang terletak di desa pasir eurih kecamatan tamansari kabupaten Bogor Jawa Barat. Berjarak hanya 5 km kota Bogor. Merupakan Kampung Tertua untuk Wilayah kota dan kab Bogor, berdasarkan sumber naskah Pantun Bogor dan Babad Pajajaran. Kalau menurut Pantun Bogor diperkirakan Sindangbarang sudah ada sejak jaman Kerajaan Sunda lebih kurang abad ke XII.Disinilah dahulu terdapat suatu Kerajaan Bawahan yang bernama Sindangbarang dengan Ibukotanya Kutabarang.Disinilah menurut folklore digemblengnya para satria-satria kerajaan. Disini pula kebudayaan Sunda Bogor bermula dan bertahan hingga kini dalam wujud Upacara Adat Seren Taun.

Di Kampung budaya Sindangbarang terdapat 8 macam kesenian Sunda yang telah direvitalisasi dan dilestarikan oleh para penduduknya. Disini terdapat pula situs-situs purbakala peninggalan kerajaan Pajajaran berupa Bukit-bukit berundak.Di sindangbarang setiap satu tahun sekali diselenggarkan upacara adat Seren Taun yaitu upacara ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil Panen dan hasil bumi yang diperoleh pada tahun ini dan berharap hasil panen tahun depan akan lebih baik lagi.

Untuk melestarikan kesenian tradisional di kampung budaya, maka diselenggarakan pelatihan tari dan gamelan untuk anak-anak muda secara gratis oleh kampung budaya. Anak-anak muda yang telah mahir di bidang kesenian masing-masing maka akan dilibatkan dalam pementasan menyambut tamu yang tentunya akan menambah penghasilan untuk mereka sendiri.

Untuk melestarikan situs-situs purbakala , kampung budaya bekerja sama dengan FIB UI melakukan penelitian , dokumentasi dan menyelenggarakan seminar mengenai situs peninggalan kerajaan Pajajaran tersebut. Folklore mengenai Sindangbarang sendiri telah dicoba untuk dibukukan oleh teman-teman dari FIB UI.

Saat ini rumah-rumah adat dan tradisi budaya di Kp Budaya Sindangbarang telah direkontruksi dan direvitalisasi dengan bimbingan dan petunjuk dari Bapak Anis Djatisunda seorang Sesepuh Sindangbarang dan Budayawan Jawa Barat. Revitalisasi budaya dan rumah-rumah adat tersebut memang perlu dilakukan agar orang sunda tidak kehilangan jatidirinya.

Tinggal bersama kokolot merupakan salah satu keunikan di kampung budaya Sindangbarang. Karena merupakan kampung budaya maka para tamu akan merasakan suasana kehidupan perkampungan sehari-hari. Dimana para tamu akan tinggal bersama kokolot dan seniman yang memang tinggal di kampung budaya. Para tamu akan menemui suasana para ibu-ibu menumbug padi di saung lisung, memasak dengan menggunakan kayu bakar dan Hawu (kompor tradisional sunda),melihat para petani bercocok tanam, belajar kesenian tradisional dll.

Kegiatan Wisata Budaya yang diselenggarakan di Kampung Budaya Sindangbarang adalah murni dilakukan sepenuhnya oleh para kokolot Kampung Budaya dalam rangka mencari biaya pemeliharaan rumah-rumah adat yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bogor serta tidak untuk tujuan komersil. Adapun dana yang terkumpul dari hasil kunjungan wisatawan dipergunakan untuk :

1. Operasional Kampung Budaya, termasuk mengganti ongkos pengurus, listrik, pelatihan kesenian,

    Perbaikan bangunan, Mendata Situs purbakala dll

2. Melakukan Revitalisasi kesenian tradisional Sunda , antara lain Seni Gondang,Parebut Se'eng,

    Kendang Pencak, Seni Reog, Angklung gubrag,Rampak Gendang, Calung, Jaipong.

3. Untuk Pagelaran Seni Tradisi Adu jaten Parebut Se'eng, Lomba Tutunggulan, Seminar Budaya

dan Kegiatan Upacara Adat Seren Taun.

Dengan berkunjung ke Kampung Budaya Sindangbarang berarti anda telah membantu memperpanjang usia bangunan-bangunan adat kami dan melestarikan kesenian tradisional Sunda.


Nilai Sejarah

Sindangbarang, nama tersebut telah dikenal dan tercatat dalam babad pakuan / pajajaran sebagai salah satu daerah penting kerajaan sunda dan pajajaran. Hal ini disebabkan di sindangbarang terdapat salah satu keraton kerajaan tempat tinggalnya salah satu istri dari prabu Siliwangi yang bernama Dewi Kentring Manik Mayang Sunda. Sedangkan penguasa sindangbarang saat itu adalah Surabima Panjiwirajaya atau Amuk Murugul. Bahkan Putra Prabu Siliwangi dan Kentring manik mayang sunda yang bernama Guru Gantangan lahir dan dibesarkan di Sindangbarang.

Sampai saat ini masih ada peninggalan purbakala berupa Taman Sri bagenda di Sindangbarang, yaitu taman yang berupa kolam dengan panjang 15 X 45 meter, dan 33 buah titik Punden Berundak.

Kampung Sindangbarang adalah kampung tertua di Bogor, sudah ada sejak jaman kerajaan Sunda. Sampai Saat ini tradisi seni dan budayanya masih terpelihara disana. Terdapat situs purbakala peninggalan jaman Kerajaan Sunda yang bisa anda lihat ketika Treking melewati sawah dan sungai di Sindangbarang yang tentunya tidak akan anda temui ditempat lain. Dilengkapi dengan rumah2 tradisional khas Sunda Bogor dan Lumbung padinya yang berjejer akan menambah suasana pedesaan kuno jaman dahulu kala. Wisata budaya di Sindangbarang merupakan wisata yang eksotis yang tidak akan ditemui di tempat lain

Wisata Budaya:
Di Sindangbarang terdapat Upacara Adat Seren Taun, yaitu merupakan upacara pesta panen raya masyarakat adat Sunda Ladang pada jaman dahulu kala sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh. Upacara ini telah berlangsung sejak masih jayanya kerajaan Pajajaran dan berlangsung hingga kini. Diselenggarakan setiap tahun pada bulan Muharam. Pada upacara Seren Taun semua masyarakat desa pasir eurih terlibat, bahkan tamu-tamu dari seluruh jawa barat pun selalu hadir untuk menyaksikan. Upacara ini berlangsung selama 7 hari meliputi upacara ritual dan penampilan kesenian tradisional.

Para turis asing sedang belajar nandur bersama kokolot

Rombongan Angklung Gubrag



Ribuan warga desa Pasir Eurih tampak berbondong-bondong menuju tempat upacara Seren Taun Guru Bumi
Barisan Rengkong (pembawa padi) berjalan diikuti oleh rombongan kokolot dan dongdang

Pontesi Sejarah

Sindangbarang masih terdapat Folklore(cerita rakyat) tentang Kerajaan Pajajaran yang diturunkan secara turun temurun dan cerita berdasarkan naskah Pantun Bogor warisan Almarhum Bpk Anis Djatisunda. para pengunjung bisa mendengarkan cerita ttg kerajaan Pajajaran ketika masa Jayanya sampai kehancuran kerajaan dikarenakan diserbu Banten , Demak dan Cirebon.
Sangat ini di kampung Budaya Sindangbarang telah ditemukan lebih kurang 93 titik sebaran situs purbakala, 33 buah diantaranya berupa bukit berundak peninggalan kerajaan Pajajaran sebagai sarana beribadah agama Sunda pada jaman itu.

Batuk Tapak


Batu Dakon

Batu Menhir

Batu Kursi
Sumber : internet

Share this :

0 komentar: