Selasa, 07 Februari 2012

Setan Penggoda Manusia Dalam Beribadah

basmalah 
SETAN PENGGODA IBADAH
DAN SETAN PENYESAT MANUSIA DARI JALAN LURUS
 

Allah Azza wa Jalla berfirman: 
قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ  [16] ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِّن‘ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ صلى وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ  [17] 
"lblis menjawab: 'Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. " (A)-A'raf: 16-17)
Dari Abu Sabrah dari Ibnu Abu Faqih berkata bahwa saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguhnya setan menggoda anak Adam dengan berbagai cara, ada yang menggoda lewat cara Islam, dia berkata kepada manusia: Kamu masuk Islam lalu meninggalkan agama nenek moyangmu, maka dia menentangnya dan terus masuk Islam. Kemudian menggoda lewat hijrah, dia berkata: Bagaimana kamu hijrah lalu men­inggalkan daerah dan tempat kelahiranmu, umpama orang yang hijrah adalah seperti panjangnya singgasana, dia menentangnya tetapi tetap pergi hijrah. Kemudian menggoda manusia lewat jihad, yaitu jihad dengan jiwa dan harta, dia berkata: Kamu pergi berperang jika kamu mati maka isterimu dinikahi orang dan hartamu diambil ahli warismu. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
"Barangsiapa yang melakukan hal itu, jika dia meninggal berhak atas Allah untuk memasukkan Surga, jika terjatuh dari ontanya maka hak atas Allah untuk memasukkan Surga, jika dia terbunuh berhak bagi Allah untuk memassukkan Surga dan jika tenggelam, maka berhak bagi Allah untuk memasukkan Surga. "(HR. Ahmad dalam musnadnya).
Manshur berkata dari Mujahid bahwa tidaklah rombongan pergi ke Makkah melainkan Iblis juga menyiapkan teman yang sama untuk menggoda mereka.
SETAN MENGGODA ORANG YANG SEDANG SHALAT
Dari Utsman bin Abu Al-Ash berkata bahwa saya bertanya kepaa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  tentang gangguan setan pada waktu saya shalat. Beliau bersabda: 
(ذَاكَ خِنْزِبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَ بِهِ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ وَتْفُلْ عَنْ يَسَارِكَ) 
"Dia adalah Khinzib, jika kamu merasakan suatu godaan maka berlindunglah kepada Allah darinya dan meludahlah ke sebelah kirimu (HR Muslim).
Ibnu Abu Musa berkata bahwa barangsiapa yang sering ragu hingga menjadi seperti was-was maka hendaklah cepat-cepat dilenyapkan sebab, jika dibiarkan akan mengarah kepada penentangan dan menjadi sebab membuat tambahan dalam shalat sementara dia menyangka telah melakukan shalat secara sempurna. 
[الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاء وَاللّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ  [268 
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Dalam sebuah hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
Barangsiapa yang meminta kekuasaan dan dia meminta tolong untuk mendapatkannya maka hal itu dibebankan kepadanya dan barangsia­pa yang tidak meminta kekuasaan dan tidak meminta tolong untuk mendapatkannya maka Allah akan menurunkan malaikat untuk membimbingnya." Maka malaikat inilah yang membimbing dan meluruskan hatinya sehinga dia mampu membenarkan kebenaran dan janji kebaikan sebagaimana firman Allah: 
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاء حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاء إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ  [51] 
'Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata (dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizinNya.  Apa yang Dia kehendaki, " (Asy-Syura: 51)
Malaikat adalah utusan Allah dan lafadz malak berarti risalah karena berasal dari kata malak ikut wazan maf'al tetapi diringankan pengucapan­nya karena sering terpakai dalam ungkapan. Sebab hamzah bertemu sukun maka hamzah harus dibuang.
Imam Ahmad berkata bahwa telah bercerita kepadaku Abu Muawiyah r.a Al-A'masy dari Buraidah dari bapaknya berkata bahwasanya Rasu­Ilah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam  bersabda: "Tidaklah seseorang mengeluarkan sedekah kecuali dilepas dari orang itu tujuh puluh setan. "Telah dikatakan: "Sesungguhny­a setan mendatangi seseorang dengan membawa tujuh puluh bala tentara, ada yang menempati di kedua tangan, kedua kaki dan hatinya untuk menghalang-halangi sedekah. Sebagian orang berkata: saya akan mampu melawan tujuh puluh setan itu. Lalu dia keluar menuju rumah dan memenuhi kantung dengan gandum untuk disedekahkan, tetapi istrinya mengambil gandum dan mengeluarkan dari kantung maka orang kembali di masjid kecewa dan berkata: saya mampu mengalahkan tujuh puluh setan tetapi saya dikalahkan oleh ibu mereka.

Share this :

0 komentar: