Jumat, 20 Mei 2011

Benarkah Tahun ini Ada Matahari Kembar?


Dari beberapa sumber yang sempat penulis telaah, salah satu issue sentralnya disebutkan bahwa bintang berukuran raksasa bernama Betelgeuse akan meledak dan supernovanya akan mencapai bumi sebelum 2012. Diberitakan pula saat bintang itu meledak maka akan terjadi kilauan cahaya terang sehingga dapat membuat malam seakan berubah menjadi seperti siang selama beberapa hari.
Berita demikian tentu berpotensi menimbulkan kegelisahan,  setidaknya tanda tanya apakah benar akan seperti ini? Benarkan bumi akan memiliki dua matahari dalam waktu dekat? Menjelang 2012 ini adalah tahun penuh isu, banyak sekali issue terkait astronomi dan fenomena alam. Semua itu apakah akan dihubungkan atau bermuara dengan apa yang pernah diramalkan sebelumnya tentang kiamat yang terjadi 2012 nanti?  Mari kita lihat dalam perspektif ilmu.
Para ilmuwan telah banyak menjelaskan dari sudut pandang sains sesuai otoritasnya. Kemajuan di bidang sains astronomi sejauh ini sudah dapat dihandalkan untuk mendeteksi benda-benda langit yang berpotensi mengancam kehidupan bumi termasuk pengetahuan tentang bintang  sejauh yang dapat diobservasi, sebagian sudah dapat dijelaskan oleh sains. Selama ini  heboh yang terjadi seringkali tidak sesuai dengan fakta-fakta astronomi. Untuk itulah informasi sains perlu dikomunikasikan secara luas, termasuk tentang issue matahari kembar ini.
Mengenal Betelgeuse
Betelgeuse yang dikatakan akan meledak adalah nama sebuah bintang terang di rasi orion. Nama lain bintang ini adalah Beta Ori, karena merupakan bintang paling terang kedua setelah Rigel (Alfa Ori). Dalam kategori bintang ia termasuk bintang maha raksasa merah (Super Super Red Giant).
 
Ukurannya 1000 kali besar matahari dengan kecerlangan cahaya mencapai 100.000 kali matahari (dengan kecerlangan tampak : 0.45 dan kecerlangan mutlak -5.14). Di dalam teori, semakin besar massa bintang usianya akan semakin pendek disebabkan ia lebih cepat menghabiskan energi agar terus bersinar. Dengan demikian evolusinya menuju kematian pun semakin semakin cepat. Meskipun usia Betelgeuses lebih muda dari matahari, diperhitungkan ia akan kehabisan energi dan mati lebih cepat dengan cara meledak.
Mengapa Supernova Terjadi ?
Supernova jarang terjadi, hanya 2 -3 kali dalam seabad di seluruh alam raya yang diteliti. Berbeda dengan nova dalam setiap galaksi terjadi rata-rata 25 kali setiap tahunnya.
Supernova adalah peristiwa meledaknya bintang yang memancarkan energi sangat besar yang menandai akhir kehidupan sebuah bintang. Salah satu contoh yang cukup dekat terjadi di abad 20 adalah pada tanggal 23 februari 1987 dari jarak 170.000 tahun cahaya. Supernova terjadi jika bahan-bahan nuklir pada inti bintang telah habis, maka tidak akan dapat terjadi reaksi fusi nuklir untuk mempertahankan hidup suatu bintang, bila sudah tidak dapat dilakukan fusi nuklir ini, maka bintang akan mati dan melakukan supernova.
Bintang yang mengalami supernova akan akan tampak sangat cemerlang hingga mencapai ratusan juta kali dari keadaannya semula. Saat terjadi ledakan awan hancuran bintang itu mengembang dengan kecepatan sekitar 10.000 km perdetik dan akan mencapai puncak benderangnya sekitar dua minggu. Lalu benarkah jika Betelgeuse meledak efek ledakan itu membuat bumi menjadi terang benderang?  Tentu saja tidak demikian, meskipun benderang supernova jutaan kali cahaya matahari, namun dilihat dari bumi kecerlangan tampaknya tetap tidak sebanding kecerlangan tampak matahari. Itu disebabkan jarak yang jauh sehingga diperkirakan hanya 1/100.000 kecerlangan matahari. Maka tidaklah benar jika disebut-sebut efek ledakan itu bisa membuat malam dibumi seperti siang.

Fakta-Fakta Lain:
Jarak bintang ini dari bumi adalah 427.47 tahun cahaya, satu detik cahaya setara dengan jarak 300.000 km. Jika matahari sebagai bintang terdekat dengan bumi cahayanya akan sampai ke bumi membutuhkan waktu 8 menit 20 detik, maka jika jarak bumi-Betelgeuse 427,47 tahun cahaya, dapat dihitung perjalanan cahaya Betelgeuse untuk sampai ke bumi menempuh jarak 404.420.817.600.000.000 km atau sekitar 400 bilyun km. Dalam teori sebuah ledakan bintang besar yang menghasilkan supernova dapat mengancam bumi jika jaraknya sekitar 25 tahun cahaya.
Mengacu pada pandangan ini, maka dapat dipastikan bahwa meledaknya bintang ini tidak akan membahayakan kehidupan manusia karena jaraknya yang sangat jauh. Perlu diketahui karena jaraknya yang terlampau jauh itu (427.47 tahun perjalanan cahaya) maka apapun peristiwa yang terjadi pada bintang ini tidak mungkin kita saksikan saat ini juga. Andaikan detik ini Betelgeus meledak, kita akan bisa menyaksikan cahaya ledakannya itu 427.47 tahun kemudian.
Tidak bisa kita menyaksikan dalam waktu relatif bersamaan seperti kita menonton siaran langsung sepak bola. Sama halnya ketika kita menyaksikan matahari detik ini, sesungguhnya itu adalah matahari 8 menit 20 detik yang lalu. Kemudian, andai supernova ledakan itu memang terlihat di tahun 2011 ini, maka peristiwa kosmis meledaknya Betelgeus itu berarti sudah terjadi sekitar 427 tahun yang lalu terhitung dari tahun 2011 ini. Masalahnya adalah tidak ada petunjuk ilmiah berdasarkan sumber otoritatif  tentang hal itu, lalu bagaimana bisa sampai pada kesimpulan demikian?
Para saintis menyebut berita-berita yang tidak berdasar dengan sebutan hoax atau berita bohong. Apakah isu matahari kembar termasuk hoax, biarlah tidak perlu kita menyebut itu hoax, sebab masih ada sisi benarnya. Sisi benar itu bahwa betelgeus akan meledak itu pasti, tetapi waktunya tentu tidak ada yang bisa pastikan seoptimis ramalan di atas. Yang jelas bukan tahun ini, sebab dari usia bintang dan massanya diperhitungkan Betelgeus masih membutuhkan waktu jutaan tahun  untuk meledak dan mengakhiri hidupnya.
Penulis:
Akhmad S

Share this :

0 komentar: