Kamis, 21 April 2011

Kutukan Raja "Tutankhamen".

Pada tahun 1922, seorang pria Inggris yang kaya bernama Howard Carter menemukan lokasi penguburan dari Raja Tutankhamen di dalam situs makam Lembah Raja-raja. Ada banyak peninggalan berharga berupa emas, barang2, dan bahkan makanan yang dikuburkan di dalam lokasi ini.

Karena ini adalah penemuan arkeologis besar, banyak ahli arkeologi lain pergi ke situs makam Lembah Raja-raja. Segera setelah itu berbagai hal misterius mulai terjadi. Banyak dari ahli arkeologi, itu yang pernah memasuki makam jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal. Diberitakan selama era 1920’s, lebih dari (sekedar) dua lusinan orang ini meninggal tidak lama sesudah memasuki makam Raja Tutankhamen . Inilah permulaan kutukan dari RajaTutankhamen.


Di sekitar musim semi th 1923, Lord Carnarvon (donatur dari ekspedisi Howard Carter)digigit oleh nyamuk di pipi ketika bercukur. Hal Itu menyebabkan dia terkena infeksi dan kemudian Lord Carnarvon meninggal, dan pada saat yang bersamaan seluruh lampu2 di dalam kota Cairo secara aneh padam. Pagi itu pada saat Lord Carnarvon meninggal anjing nya mulai menggonggong dan lalu secara tiba2 mati . Kutukan Raja Tutankhamen mulai banyak dipublikasikan oleh media. Pemberitaan yang luar biasa media itu menimbulkan berita2 yang lain bermunculan. Ada satu berita yang menyatakan burung kenari Howard carter mati dipatok ular kobra tepat setelah penemuan pintu makam.
Banyak orang percaya kutukan dari Raja Tut adalah benar, sampai pada 1986 seorang dokter Prancis, Caroline Stenger-Phillip menemukan satu penjelasan untuk kematian-kematian yang misterius tersebut. Dr. Stenger-Phillip menyatakan adanya buah-buahan dan sayur-mayur di dalam makam mungkin menyebabkan
timbulnya partikel-partikel debu organik. Partikel-partikel ini mungkin punya mempunyai suatu potensi penyebab alergi. Ia juga mengklaim bahwa para ahli arkeologi mengidap suatu alergi setelah menghirup semua partikel-partikel yang selanjutnya menggiring kepada kematian mereka. Ia tidak percaya bahwa kutukan dari Tut adalah peyebab kematian-kematian yang misterius.

Kutukan dari Raja Tutankhamen masih menjadi suatu misteri. bagi sebagian orang hal itu hanyalah takhyul, tetapi namun masih banyak dari mereka yang sungguh2 percaya pada suatu kutukan. Apakah kutukan sungguh2 ada? Apakah Anda percaya akan “Kutukan dari Raja Tutankhamen ?”
Suatu makam kuno salah satu raja Mesir berhasil dibongkar. Makam tersebut pun dijarah, harta karun yang tersimpan mulai dipeloroti, namun tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi. Satu per satu mereka yang memasuki makam tersebut meninggal secara misterius. Rumor pun beredar, kutukan yang tersimpan dari masa lampau telah digenapi.

Pernahkan kalian menonton film the mummy? jika ya, pasti kalian tahu tentang kutukan-kutukan yang terdapat dalam film itu. Mesir memang terkenal akan kebudayaan masa lampaunya yang luar biasa. Saya pun sangat mengagumi kebudayaan bangsa Mesir kuno. Sewaktu menonton film itu, sudah cukup membuat saya terkesan akan kehidupan dan kebudayaan mereka di masa itu. Oke sudah cukup basa-basinya, he..he Kisah ini berawal pada saat makam Raja Tutankhemen dibuka pada tahun 1922 dan semua yang terlibat dalam penggalian tersebut tiba-tiba meninggal secara misterius. Rumor yang langsung beredar adalah masyarakat percaya jika mereka yang terlibat dalam penggalian tersebut telah meninggal akibat kutukan Tutankhamen.
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kutukan tersebut, pertama-tama saya akan sekilas tentang Raja Tutankhamen.

Sekilas tentang Raja Tutankhamen
Awal Mula Misteri Suku Dogon


Wajah asli Raja Tutankhamen

Oh ya,mungkin kalian penasaran dengan sang firaun ini. Raja Tutankhemen adalah raja mesir kuno yang berkuasa dari tahun 1347SM-1339SM. Ketika dia diangkat menjadi raja, saat itu usianya masih kanak-kanak. Dia juga meninggal di usia yang masih muda, yaitu pada usia 18 tahun karena nyamuk malaria. Tutankhemen merupakan generasi terakhir dari dinasti ke-18. Didalam dinasti ini juga ada firaun wanita Hatshepsut dan Thutmose III. Tutankhemen adalah putra dari Akhenaten, yang membuat revolusi di Mesir bersama ratu Nefertiti. Istri Tutankhemen adalah saudara tirinya sendiri, yaitu Ankhesenamun. Tutankhemen termasuk dari empat raja-raja Amarna pada dinasti ke-18. Dinasti ke-19 tidak suka dengan peraturan yang dibuat oleh dinasti ke-18,maka raja-raja Amarna dicoret dari daftar keluarga raja, monumen raja tutankhemen dimusnahkan, makamnya pun dilupakan. Namun,dibalik itu semua ternyata membawa keuntungan pada 3000 tahun kemudian. Lho?kok malah membawa keuntungan?karena makamnya tersembunyi,harta karunnya tidak tersentuh. Bahkan makam raja ini merupakan satu-satunya makam yang tidak dijarah perampok selama berabad-abad.




Peti Tutankhamen yang saat ini dipajang di museum




Howard Carter

Itu tadi sekilas mengenai raja Tutankhemen, sekarang back to the topic. Pada bulan November 1922, seorang arkeolog yang bernama Howard Carter, selama bertahun-tahun mencari makam raja ini di lembah para raja. Akan tetapi, setelah para pekerja menggali 4m di bawah makam Ramses VI, mereka menemukan lorong yang besar. Mereka membersihkan puing-puing dan menemukan bagian atas pintu batu yang tertutup. Howard dengan semangat mengundang orang yang telah mendanai kegiatannya, Lord Carnavon dalam acara pembukaan makam temuannya tersebut. 2 orang itu datang pada sore hari tanggal 24 November. Singkat cerita, setelah usaha yang keras menyusuri lorong-lorong tersebut, ketika mereka menemukan pintu kedua, para pekerja membuat lubang pada pintu batu. Dengan bantuan cahaya lilin, Howard melihat hal yang menakjubkan. Di ruang depan ada harta karun, bahkan dia mengatakan kepada Lord Carnarvon ada lebih banyak harta lagi di ruang dalam. Lord Carnarvon sendiri yang membuka pintu ini pada 17 Februari 1923. Mumi raja Tutankhemen terbaring dalam 3 peti mati yang semuanya terbuat dari emas.Didalam peti emas itu terbaring mumi yang ditutupi topeng kematian dari seorang raja anak laki-laki. Mumi Tutankhemen terbaring di bawah 13 lapis kain linen.Selama berabad-abad damar dan minyak yang digunakan untuk membuat mumi sudah berubah menjadi lem yang merekatkan kain linen tadi. Sekedar info, dalam tradisi mesir kuno, harta para raja mesir juga turut serta dikubur bersama mumi sang raja, karena menunjukkan status sosialnya. Carter menemukan kalung yang terpasang pada mumi Tutankhemen,dan berusaha melepaskannya. Namun, dia melakukan tindakan bodoh dan fatal. Dia memotong mumi tersebut. Dalam waktu 14 hari setelah makam itu dibongkar, orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu mulai meninggal secara misterius. Bahkan di tahun 1929, 13 orang dilaporkan tewas secara mendadak. Lord Carnarvon sendiri meninggal pada tanggal 6 April 1923 karena pneumonia, lalu istrinya menyusul ke alam baka beberapa waktu kemudian.


Oh ya, terlepas dari peristiwa-peristiwa tersebut, para jurnalis menemukan sesuatu di prasasti di dekat pintu makam, yaitu peringatan mengenai kematian tadi. Mereka langsung menyimpulkan bahwa kutukan inilah penyebab kematian mereka. Benarkah kutukan Tutankhemen ada?
Para jurnalis yang juga ikut dalam pembukaan makam itu melaporkan bahwa ada prasasti di dekat pintu makam raja yang berbunyi:

‘kematian akan mendatangi mereka yang menyentuh makam sang pharaoh’.

Tampak seperti adegan di film the mummy, bukan? di saat orang-orang menganggap bahwa kalimat itu hanya gertakan belaka, semua arkeolog dan para pekerja yang menyentuh makam sang firaun dilaporkan tewas secara misterius dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama setelah makam tersebut dibuka.

Penjelasan Singkat
Para ilmuwan percaya bahwa ada penjelasan ilmiah mengenai ‘kutukan’ ini. Jamer Randi dalam bukunya Encyclopedia of Claims, Frauds and Hoaxes of Occult and Supranatural, menulis daftar nama-nama semua orang eropa yang hadir dalam pembukaan makam tersebut dan kapan mereka meninggal. Pernah dengar tentang ‘actuaria table‘?Tabel ini memberi nilai harapan hidup kita, didasarkan pada dimana tempat tinggal kita, tanggal lahir, dll. Berdasarkan tabel ini, Randi mendapatkan sesuatu yang menarik. Ternyata orang-orang yang hadir dalam pembukaan tersebut hidup satu tahun lebih lama dibandingkan ramalan tabel itu. Howar Carter meninggal pada usia 66 tahun, Dr.Douglas yang membedah mumi meninggal pada usia lebih dari 80 tahun, Alfred Lucas yang menganalisis jaringan tubuh mumi meninggal pada usia 79 tahun.Penelitian lainnya menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata pada orang-orang yang terlibat pada penggalian tersebut. Jadi, bukan kutukan yang membunuh mereka? Jawabannya adalah BUKAN. Pelaku sebenarnya ternyata ada pada dinding makam itu. Di dinding yang indah itu ternyata dipenuhi ribuan jamur cokelat kecil yang mematikan. Bakteri mematikan mungkin timbul dari plester dan hidup dari kelembaban plester setelah makam ditutup. Bakteri yang bernama Aspergillus Niger ini menyerang sistem pernapasan. Bakteri ini berkembang dalam makam yang hangat. Bakteri ini merupakan satu-satunya makhluk hidup yang bertahan selama ribuan tahun di makam itu. Korban terakhir, Sheryl Munson mengunjungi makam itu dalam kondisi yang tidak fit. Spora jamur tersebut terhisap dan menyerangnya


.Sheryl Munson kekurangan oksigen dan meninggal 10 hari kemudian. Dokter berhasil menemukan jamur aspergillus niger saat melakukan biopsi terhadap paru-paru Munson. Dan ternyata, jamur mematikan ini lebih banyak ditemukan dalam makam sang raja. Setelah diselidiki lebih dalam, ternyata Sheryl menyentuh dinding makam dan lukisan cat dimana bakteri mematikan ini tumbuh.
Tindakah gegabah Carter yang memotong tubuh mumi berakibat fatal, karena spora-spora dari debu mumi dihisap oleh para peneliti. Walau sudah mati selama ribuan tahun, bakteri-bakteri mematikan ini tetap hidup.
Menurut saya, tim Carter-lah yang gegabah karena mereka tidak memakai pakaian pelindung maupun peralatan keamanan lainnya, otopsi mumi yang ngawur dan pembongkaran makam yang asal-asalan.
Bagi saya misteri kutukan Tutankhemen ini telah terpecahkan, meski begitu saya tetap mengagumi peradaban masyarakat mesir kuno. Ternyata mereka telah memikirkan bagaimana alam dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam kehidupan mereka.Kalian tahu maksud saya kan?

Share this :

0 komentar: