Rabu, 30 Maret 2011

Vlad Darkula yang dikalahkan Sultan Mehmet II dari Turki

Biografi Count Dracula

Count Dracula disini bukan dracula-dracula yang kita kenal sebagai penghisap darah yang kejam, tetapi memang seseorang yang sangat kejam, bahkan membunuh ratusan ribu umat islam di masa perang salib. Mau tahu biografinya? silahkan baca di bawah...



Nama asli Count Dracula adalah Vlad Tepes putra dari Vlad Dracul. Vlad Tepes sering disebut sebagai Dracula karena Dracul adalah nama ayahnya dan kata a- dibelakang Dracul berasal dari bahasa Rumania yang berarti anak dari. Jadi, artinya adalah anak dari Dracul.


lukisan Vlad Tepes


Vlad lahir di Hungaria sekitar Bulan November atau Desember 1431. Ketika Vlad lahir, saat itu sedang terjadi perang salib antara Kerajaan Hungaria melawan Kerajaan Turki Ottoman. Karena sering ditinggal ayahnya perang, Vlad mengalami masa kecil kurang bahagia, hingga akhirnya Vlad menjadi tawanan kerajaan Turki Ottoman. Meski ditawan, tetapi Vlad diperlakukan dengan baik oleh orang Turki, dia belajar ilmu perang dari pasukan Turki. Tetapi, ternyata Vlad mempelajari ilmu ini untuk membalas dendam kepada Turki suatu hari nanti.

Akhirnya Vlad dilepaskan oleh Turki pada umur 17 tahun karena ayah dan pamannya meninggal. Dia dikirim oleh Kerajaan Turki untuk kembali merebut Walachia dari Hungaria. Vlad akhirnya berhasil merebut kembali Walachia. Ia berhasil walau satu bulan kemudian kembali kalah dari Janos Hunyadi(pemimpin kerajaan Hungaria). Janos Hunyadi kemudian menempatkan bawahannya Vladislav II di takhta Wallachia. Karena Vladislav II ternyata adalah seorang pengkhianat Hungaria karena bergabung dengan kerajaan Turki untuk mengancurkan Hungaria. Karena kekosongan bawahan terpercaya, akhirnya Janos memilih Vlad menjadi bawahannya. Janis memilihnya karena dia mengetahui bahwa Vlad ingin balas dendam kepada Turki yang telah memisahkannya dari keluarga dan karena Vlad banyak mengetahui tentang keadaan kerajaan Turki.



Janos Hunyadi akhirnya menempatkan Dracula di benteng Sibiu di barat daya Transilvania. Saat itu terjadilah jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmaniyah, tanda kekalahan kerajaan-kerajaan Katolik dalam Perang Salib.Ketika Janos meninggal, akhirnya Vlad memimpin Walachia melawan Kerajaan Turki yang ingi kembali merebut Walachia. Saat itu, penyerangan Turki dipimpin oleh Vladislav II yang akhirnya tewas. Setelah itu Walachia menjadi wilayah Vlad. Gelarnya menjadi Raja Vlad III. Dari sinilah kekejamannya muncul.


Kekejaman Count Dracula

Mulai dari sini,aku bakal menyebut namanya dracula karena kesadisannya. Mau tahu kesadisannya kayak gimana? Silahkan baca di bawah.


Seperti yang aku tulis di atas, kekejaman Dracula muncul sejak ia menjadi raja di Walachia. Selama masa pemerintahannya yang berlangsung hanya 6 tahun ia telah membantai kurang lebih 500.000 penduduk Wallachia yang kebanyakan berasal dari kaum bangsawan.

kira-kira beginilah kastil Walachia

Mereka dibunuh karena Dracula ingin menstabilitasi negara dan menggulingkan kekuasaan bangsawan kepada rakyat kecil. Buktinya adalah ketika Dracula melakukan penyulaan kepada bangsawan dan membagikan tanah-tanah bangsawan itu kepada rakyat kecil yang membutuhkan. Sebentar, udah pada tau penyulaan kan? Wah,kalau belum, terus aku jelasin, jangan dipikir berat-berat ya, soalnya penyulaan itu bentuk perilaku kejam.

Penyulaan adalah penyiksaan dengan cara memasukkan kayu lancip sepanjang dan sebesar tangan manusia kemudian ditancapkan ke dalam anus. Lalu tubuh korban dipancangkan sehingga kayunya menembus ke punggung atau leher atau perut, atau malah kepala. (Jangan dipikir berat-berat ya...)

Memang kekejaman Dracula itu untuk membantu rakyat kecil, tapi apa nggak kejam sih kalau bangsawannya diperlakukan seperti itu?

Sebentar, sebelum artikelnya selesai, aku punya sedikit tambahan juga tentang kekejaman Dracula. Di antara 500.000 korban penyulaan tadi, ternyata Dracula juga menyula sekitar 300.000 umat islam dari 500.000 penduduk. Mereka ini sebagian besar merupakan pendukung Kerajaan Turki Ottoman yang berada di wilayah Wallachia. Sadis kan? Tapi, mereka bukan cuma dibunuh dengan cara disula, ada juga yang diracun, dibakar, dipancung, digantung, dan sebangsanya. (Ternyata Dracula adalah musuh islam yang benar-benar haus darah. Tetapi tidak sama dengan sosok Dracula dalam buku Bram Stoker yang suka menghisap darah itu)

Share this :

0 komentar: