Rabu, 30 Maret 2011

KIamat Teori-Teorinya secara Ilmiah

Kiamat yang saya maksudkan disini adalah kiamatnya Bumi, jadi istilahnya hancurnya Bumi. Ada banyak teori yang mengungkapkan bahwa Bumi akan hancur dengan sesuatu yang dahsyat yang pasti kita semua tahu.

Langsung saja....:

1. Solar Flare

Semua pasti sudah mengerti apa itu solar flare. Banyak sekali orang yang bilang kalau Solar Flare adalah penyebab Kiamat yang katanya bakalan terjadi di tahun 2012, saya sama sekali tidak percaya dengan hal ini

Karena di tahun 2012, siklus Matahari akan mencapai puncaknya, dan akan muncul banyak bintik Matahari yang akan menimbulkan banyak ledakan besar yang pasti akan mengenai Tata Surya. Bila anda ingin mengetahui bagaimana solar flare itu, silahkan menonton film knowing, dan percaya saja bahwa kecepatan solar flare itu 1 juta km/jam!

2. Kerak Bumi berubah Posisi

Ketika professor Charles H.Hapgood sedang mempelajari peta kuno Kutub Selatan, ia pernah mengemukakan hipotesa peralihan kerak bumi (Earth Crust Displacement). Dalam kondisi tertentu, segenap kerak luar bumi mungkin dapat menggerakkan posisinya secara menyeluruh, bagaikan selembar kulit jeruk tak berisi, setelah kendor dan terkelupas, akan menggerakkan segenap posisinya.






Menurut hipotesa tersebut, kerak bumi setebal 30 mil dapat meluncur di atas inti bumi yang tebalnya 8 ribu mil, beberapa sarjana AS mengaitkan hipotesa ini dengan bencana dahsyat di Alaska dan Siberia pada 11 ribu tahun lampau. Mereka memprediksikan daratan di Kutub Selatan saat ini, ternyata adalah daerah berjarak sekitar 2 ribu mil sebelah utara Kutub Selatan.


Dan sebelum adanya peradaban manusia ini, minimal pada 6 ribu tahun silam, telah terjadi peralihan kerak bumi, segenap kerak bumi menggerakkan posisi, hingga menggeser daratan Kutub Selatan ke posisinya saat ini. Ini membuat daratan yang hangat mendadak menjadi dingin, dan secara perlahan diselimuti dengan es dan salju.

Dan di saat bersamaan, Alaska dan Siberia juga mengarah ke Kutub Utara, sehingga membuat daratan yang semula hangat dalam sekejab menjadi dingin. Ini secara rasional telah menjelaskan tentang lapisan tanah beku di utara Siberia, gajah raksasa berbulu panjang yang ditemukan serta sejumlah besar binatang yang tidak dapat hidup di daerah dingin, seperti misalnya badak, banteng, kuda, gezelle, srigala, machairodont (harimau bergigi pedang), singa dan sebagainya, selain itu juga ada mayat manusia.


3. Planet atau Benda Langit Menabrak Bumi

Ini adalah teori yang sangat masuk akal, karena Bumi kita selalu terancam bahaya setiap saat, setiap detiknya. Ini dibuktikan dengan banyaknya meteor yang jatuh ke Bumi. Salah satunya ya, yang di Jakarta itu... Bukan hanya itu, banyak teori yang mengatakan bahwa yang akan menabrak Bumi itu Planet raksasa, atau mungkin planet kecil saja. Jangan anggap remeh Planet yang misalnya seukuran Pluto, karena dengan Planet yang berukuran besar ini untuk saya sudah cukup untuk menghancurkan seluruh Bumi dengan efek ledakannya.






Oh,ya apa anda tahu kalo benda-benda seperti Meteor itu selalu terjadi tiap 100-300 tahun. Tapi,pastinya ukuran meteor ini tidak sekecil yang jatuh di Jakarta, tetapi besarnya seperti yang di Siberia atau malah mungkin seperti yang jatuh pada Zaman Dinosaurus!

Pada 1994 silam, ilmuwan berhasil mengamati seluruh proses tabrakan Comet Shoemaker-Levy 9 dengan Jupiter, ini menjelaskan bahwa planet menabrak bumi bukan tidak mungkin, juga bukan peristiwa mengerikan yang baru akan terjadi ratusan tahun kemudian.



4. Lubang Hitam

Di sebuah Galaksi, kira-kira terdapat sekitar satu juta Lubang Hitam! Kalau kita bisa memprediksi ada benda langit yang mendekati Bumi, tapi kita tidak akan pernah bisa mendeteksi kapan ada Lubang Hitam di dekat Bumi! Ini berbahaya, karena kita tahu Lubang Hitam adalah Bintang Mati yang mengalami supernova. Bagaimana kalo Matahari mati?




5. Sinar Gamma

Padahal sinar ini adalah sinar yang paling saya sukai, sebagai penghancur, sinar gamma punya efek yang sangat menghancurkan. Begini, Sinar Gamma adalah ledakan dengan kekuatan terdahsyat yang sudah diketahui di alam semesta saat ini, dan pengetahuan yang dipahami ilmuwan atas hal ini masih sangat terbatas.



Ilmuwan mendapati, bahwa sinar gamma (Gamma Ray Burst, GRB) yang berasal dari galaksi luar yang jauh, adalah energi yang dilepaskan kembali setelah hancurnya 2 bintang tetap, energi pancarannya sangat kuat dan tak dapat diduga, kurang lebih seribu kali lipatnya matahari.







Sebelum perubahan besar ini terjadi, manusia sama sekali tidak dapat mengamati perubahan sesudahnya, sehingga dengan demikian juga tidak tahu bagaimana cara mengantisipasinya.

Jika terjadi, maka meski berada di tempat sejauh seribu tahun cahaya, dan meski pada malam yang biasanya cerah di sebuah tempat yang jauhnya tidak dapat Anda saksikan, ia juga akan terang secara tiba-tiba seperti matahari, kemudian melepaskan energi yang maha besar, dan menyinari bumi dengan pancarannya.

Meskipun lapisan atmosfer dapat melindungi kita terhindar dari serangan sinar Gamma dan sinar -X, namun pancaran-pancaran berenergi tinggi ini dapat membuat lapisan atmosfer menjadi panas dan menghasilkan nitrogenoksida, yang dapat secara serius merusak ozonosfer (lapisan ozon).

Share this :

0 komentar: